
SPILL Banten – Ada satu gambaran yang berulang dalam kisah perjuangan rakyat Banten melawan penjajahan: suara takbir, zikir, kasidah, dan seruan yang membawa nama Allah hadir di tengah gerakan perlawanan. Bagi para ulama dan masyarakat Banten pada masa itu, perjuangan tidak hanya dipahami sebagai persoalan politik atau perlawanan terhadap kekuasaan kolonial. Sebagian dari mereka…

SPILL Banten – Jika zikir, ratib, hizib, ilmu kanuragan, dan debus menjadi bagian dari perjalanan spiritual dan budaya masyarakat Banten, ada satu unsur yang tidak kalah penting dalam sejarahnya: tarekat dan tasawuf. Di Banten, tarekat tidak hanya berkembang sebagai jalan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dalam perjalanan sejarahnya, tarekat juga membentuk jaringan guru…

SPILL Banten – Bagi sebagian masyarakat Banten, perjuangan melawan penjajahan tidak hanya berlangsung di medan pertempuran. Jauh sebelum senjata diangkat, ada kekuatan lain yang dibangun: kekuatan spiritual dan batiniah. Zikir, wirid, doa, serta tradisi tarekat menjadi bagian penting dari kehidupan keagamaan masyarakat Banten. Dalam sejumlah peristiwa perlawanan terhadap kolonial Belanda, jaringan ulama dan tarekat…

SPILL Banten — Ada ulama yang melawan kolonialisme dengan pendidikan. Ada yang membangun pesantren. Ada yang memilih jalan diplomasi. Dan ada pula yang akhirnya turun langsung dalam gerakan perlawanan. Syekh Mohammad Arsyad Thawil al-Bantani berada di antara semuanya. Lahir di Tanara, Banten, pada 1851, ia tumbuh dalam lingkungan ulama dan kemudian pergi ke Makkah…

SPILL Banten — Di Banten, perlawanan terhadap kolonialisme tidak selalu lahir dari lingkungan militer. Sebagian justru tumbuh dari pesantren. Dari masjid. Dari majelis ilmu. Dan dari ulama yang memiliki pengaruh kuat di tengah masyarakat. Salah satunya adalah Syekh KH. Tubagus Muhammad Asnawi bin Abdurrahman al-Bantani, yang lebih dikenal sebagai Syekh Asnawi Caringin. Ia lahir…

SPILL Banten — Ada bentuk perlawanan yang tidak terdengar seperti suara senapan. Tidak ada pasukan. Tidak ada medan perang. Tidak ada benteng yang direbut. Tetapi pengaruhnya bisa bertahan jauh lebih lama. Itulah yang dapat dilihat dari perjalanan Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani. Lahir di Tanara, Banten, pada 1813, Syekh Nawawi kemudian meninggalkan tanah kelahirannya dan menetap…