SPILL Banten — Perlawanan terhadap kolonialisme tidak selalu dimulai dengan mengangkat senjata. Di Banten, ada ulama yang memilih jalan pendidikan, organisasi, politik, dan kemudian ikut bergerilya ke...
SPILL Banten — Ada orang yang melawan kolonialisme dengan senjata. Ada yang menggunakan organisasi. Ada pula yang memilih jalan seni. Otto Djaya pernah berada di ketiganya. Lahir di Rangkasbitung, Ban...
SPILL Banten — Kalau mendengar nama pejuang kemerdekaan, yang terbayang mungkin adalah senjata, medan perang, atau gerilya. Tetapi sejarah Indonesia punya cerita yang berbeda. Ada seorang pemuda asal ...
SPILL Banten — Pada pagi 19 Desember 1948, situasi Republik Indonesia berubah drastis. Belanda melancarkan Agresi Militer Belanda II. Yogyakarta, yang saat itu menjadi ibu kota Republik Indonesia, di...
SPILL Banten — Nama KH. Tubagus Ahmad Chatib al-Bantani mungkin tidak sepopuler nama-nama pejuang lain dalam sejarah Indonesia. Namun, perjalanan hidupnya memperlihatkan sesuatu yang cukup jarang: seo...
SPILL Banten — Sebelum Banten dikenal sebagai salah satu kekuatan besar di Nusantara, wilayah ini pernah menjadi bagian dari kekuasaan Sunda. Kemudian datang sebuah perubahan besar. Islam berkembang d...
SPILL Banten — Pada 9 Juli 1888, Cilegon menjadi salah satu titik penting dalam sejarah perlawanan rakyat Banten terhadap pemerintahan kolonial Belanda. Sekelompok ulama, kiai, santri, jawara, dan mas...
SPILL Banten — Pada abad ke-17, Banten bukan sekadar wilayah di ujung barat Pulau Jawa. Kesultanan Banten berkembang menjadi salah satu pusat perdagangan penting di Nusantara, terutama karena perdagan...







